Sabtu, 05 Juli 2014

“My Fate”



terinspirasi dari 49 days dan komik conan XD
dan bukan pengalaman pribadi yaa :D
dan inilah apa adanya *gaje-_-*
juga kayaknya ngga bakal aku lanjutin soalnya udah ga dapet ide -_-v iseng ngeshare aja lah wkwk XD

cast :
- Lee Sungmin (main cast) _ GS
- Kim Heechul  _ GS
- Cho Kyuhyun
- Lee Donghae
- Lee Hyukjae
- Choi Siwon
- Kim Kibum
- Tan Hankyung
- Kim Ryeowook _ GS
- Kim Jongwoon
- Park Jungsoo _ GS
- Kim Youngwoon
- Shin Donghee
- Henry Lau
- Zhoumi

genre : fantasy

summary :
“Lakukan dalam 66 hari!”
“Hanya 3 orang yang boleh mengetahui ini!”
“Akan ku dapatkan kembali tubuhku….”

                                                                                       ---- start ----

“Satu lagi hyung..”, ucap seseorang.

“Apa?” tanya temannya, “Kasus apa lagi?”

“Begini …..”

***

‘every single day I try ..’ terdengar suara alarm dari sebuah kamar.

‘brak’

‘klik’

“Hoaaaaammm, jam berapa ini?” ucapnya, penghuni kamar itu, “Sudah siang, bodoh kau Lee Sungmin, kenapa pasang alarm sesiang ini? Aku harus cepat bangun dan menyiapkan makanan untuk yang lain”, ia berbicara sendiri seraya bangun dari tempat tidurnya.

#Sungmin’s POV

Aku menuruni tangga menuju dapur tentunya. Hah, sepertinya aku sudah lama tak melewati tangga ini. Aku tersenyum kecil. Bodoh, harusnya kan setiap hari aku melewati tangga ini, hahaha.

setelah sampai di dapur aku mulai melihat sayuran dalam kulkas. aku mengambil beberapa jenis sayuran yang kuperlukan, setelah itu aku mengambil pisau dan memotongnya.

 Hmm, banyak yang berbeda di ruangan ini. Ada apa ini?

“Aku pulang”, ucap seseorang dari pintu dan menuju dapur, sepertinya Appa. Dari mana dia?

“Kenapa lama sekali? Aku sudah lapar!”, Umma keluar dari kamarnya dan menghampiri Appa.

“Salah sendiri kau kesiangan dan menyuruhku mencari makanan! Kenapa kau tidak masak sendiri?”, Appa menyalahkan umma.

“Haha, aku hanya bercanda, jangan marah” ucap umma sambil menyiapkan piring untuk makanan yang telah dibeli appa.

kalau mereka sudah membeli makanank berarti aku tak perlu memasak. Hmm, aku pun meninggalkan pekerjaanku dan mencuci tanganku. Sebelum aku duduk di kursiku, aku memandangi mereka.

Tunggu! Kursi di meja makan kenapa hanya tiga? Aku makin merasa aneh pada rumah ini. Aku pun memutuskan untuk lebih lama diam dan memerhatikan mereka.

“Wookie-ya! Cepat sarapan”, panggil umma

“Ne, sebentar” jawab Ryeowook, dongsaengku, sambil menuruni tangga. “Appa cepat sekali?” tanyanya, ia langsung duduk di kursinya. Umma dan appa pun juga duduk di kursinya.

“Mereka melupakanku?” ucapku pelan.

Mereka memakan makanannya dengan diselingi tawa, tanpa aku tentunya, apa mereka ta melihat aku berdiri di sini? Apa-apaan ini?

“Seandainya Sungmin eonni masih ada ..”, ucap Ryeowook.

‘deg’ apa katanya? Maksudnya apa?

seketika appa dan umma berhenti tertawa dan memandang Ryeowook dengan tatapan sedih.

“Umma, Appa, Ryeowook, maksudnya apa? Kenapa kalian sedih? Aku masih di sini! Apa kalian tak melihatku?” aku berteriak, tetap mereka seperti tak mendengarku.

“Sudahlah, aku berangkat kerja dulu” ucap appa dan ia meninggalkan umma dan Ryeowook.

“Appa, tunggu!”, pintaku, tetapi nihil, ia tak bisa mendengarku. Air mataku pun mulai terjatuh, jadi maksudnya aku … telah meninggal? Aku telah meninggalkan dunia ini? Tapi mengapa aku ada di sini sekarang? Kenapaaa??

“Jangan ingat lagi masalah itu, berangkatlah, sudah siang.”, ucap umma pada Ryeowook.

“Ne”, jawabnya dan ia berdiri dari kursinya dan meninggalkan umma sendiri. Ummaaa.. apa yang telah terjadi?

“Hiks” umma menangis, ummaa, kenapa umma menangis?

“Umma?” panggilku.

“Lee Sungmin, aku yakin kau mendengar ini”, ucap umma pelan, “Maafkan aku, aku tidak bisa menjagamu pada saat itu. Walaupun kau hanya anak angkatku tetapi aku sangat menyayangimu, aku tak bisa kehilanganmu. Tapi terlambat, ini semua telah terjadi. Peristiwa dua tahun yang lalu tak akan pernah ku lupakan Lee Sungmin, peristiwa yang merenggut nyawamu”, umma menghapus air matanya dan berdiri dari kursinya, lalu berjalan hendak pergi meninggalkan ruang ini.

“Umma,apa yang telah terjadi? benarkah umma bisa melihatku?” tanyaku pelan sambil berjalan hendak menghampirinya.

Umma menghentikan langkahnya, dan berbalik. Aku merasa senang ternyata ia masih bisa melihatku.

Tetapi ia hanya mengambil handphone-nya dan keluar rumah. Ternyata ia juga tak bisa melihatku ..

‘bruk’ aku terjatuh, sepertinya aku tak bisa menahan tubuhku lagi saat ini. Apa yang terjadi? Apa? Dua tahun yang lalu? Peristiwa yang merenggut nyawaku?

“Hiks, hiks.. ” aku hanya bisa menangis, karna tak ada lagi yang bisa kulakukan.

‘clap clap’ tiba-tiba terdengar seperti suara kilat dari belakangku, aku pun berbalik, dan …

***

“Siapa kalian?” tanyaku ketika mendapati dua orang laki-laki berbaju putih di belakangku. Seketika ruangan ini berubah menjadi sebuah ruangan serba putih, aku sangat bingung dengan keadaan ini.

“Kami ..”, seseorang dari mereka mencoba menjawab.

“Malaikatmu!” sambung namja yang satunya.

“Malaikatku?” tanyaku sambil memandangi kedua namja itu. Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar