Sabtu, 05 Juli 2014

Best Friend Forever part1



#Hankyung’s POV

“Kau tau yeoja yang ada di foto ini? Dia pacarku lo…”, ucap Donghae, sambil memamerkan sebuah foto di dompetnya.

“Aku tak kaget”, balas Eunhyuk.

“Berarti pacarmu ada, em.. satu, dua …. …. Tiga belas?”, tebak siwon dengan ekspresi tidak percaya.


Perlahan ku alihkan pandanganku pada temanku yang lain.
“Jangan menggangguku, hyung, nanti aku kalah.”, ucap Kyuhyun yang berusaha menghindar dari gangguan Kangin.

“Kan kau juga yang kalah, wee..”, jawab Kangin, “Ayo Heechul hyung kita ganggu lagi dia.”, sambungnya.

“Ayo, ini balasan untukmu magnae menyebalkan!”, ucap Heechul hyung.


Aku mengalihkan lagi pandanganku pada temanku yang lain.
“Jika ada teman di kelasku yang keterlaluan, aku akan membunuhnya.”, ucap Yesung.

“Itu sih terlalu hyung.”, balas Shindong.

“Bagaimana denganmu, Kibum-ya?”, Tanya Yesung.

“Akan ku diamkan.”, jawab Kibum tenang.


Aku melihat Ryeowook dan Sungmin di dekatku yang masih terlihat sibuk dengan aktivitas mereka.
“Jika kau ingin membuat untuk lima porsi, kau harus menambahkan airnya lagi, hyung.”, ucap Ryeowook.

“Oh, begitu, baiklah. Setelah ini apalagi, Wookie-ya?”, Tanya Sungmin sambil menambahkan air ke masakkannya.


“Kau tidak bergabung dengan mereka, Hankyung-ah?”, seseorang mengagetkan ku.

“Ani hyung, aku sedang ingin memperhatikan mereka”, jawabku padanya, Leeteuk hyung.

“Baiklah”, balasnya dan ia menghampiri Sungmin dan Ryeowook. “Ada yang bisa ku bantu?”, tanyanya.

“Bisa kau ambilkan garam di dapur, hyung?”, pinta Ryeowook.

“Baiklah.”, jawab Leeteuk hyung.


Ya, inilah kami. 13 namja yang bersahabat sejak 7 tahun yang lalu karena rumah kami yang berdekatan. Usia kami hanya terpaut beberapa hari. Dan Leeteuk hyung, ia adalah yang tertua di sini, jadi kami menganggapnya sebagai leader.

Sekarang kami sedang berada di apartemen yang kami sewa, kami memutuskan menyewanya dan tinggal bersama beberapa saat yang lalu. Karena rumah kami terlalu jauh dari sekolah kami yang baru.


‘Every single day I try ….’, terdengar handphone Donghae berbunyi. Kami pun menalihkan pandangan padanya.

“Yeoboseo”, ucapnya. “Ne? Jinjja? Oh, hahaha. Ne, arasseo, kamsahamnida.”

“Dari siapa Donghae-ya?”, Tanya Leeteuk.

“Kenapa kau terlihat senang begitu?”, Tanya Siwon.

“Kalian masih ingat kan permintaan kita ke sekolah beberapa hari yang lalu?”, Tanya Donghae.

“Eh, maksudmu yang mana?”, Tanya Shindong. “Memperbaiki ekstra kurikuler musik, eh?”, tebaknya.

“Ya, tepat. Kepala sekolah memberi kita kesempatan untuk memperbaikinya. Dan jika kita berhasil menarik minat banyak orang ia akan mengajak kita berlibur ke pulau jeju.”, ucap Donghae senang.

“JINJJA???”, Tanya mereka bersamaan, kecuali aku dan Kibum tentunya. Berlibur ke pulau jeju? Menarik sekali.

“Jeongmal, hahaha, tetapi aku lah yang ditunjuk sebagai Leader-nya?”, ucap Donghae.

“Hah? Apa tidak bisa diadakan voting di sekolah untuk memilihnya? Masa Lee Donghae leader kita?”, gerutu Heechul hyung.

“Diadakan voting pun pasti Donghae yang menang, hyung. Pacarnya saja sudah belasan.”, jelas Siwon. Hahaha benar sekali ucapannya.

“Aish, benar juga ya.”, ucap Heechul hyung.

“Biarlah Donghae yang menjadi leader nantinya. Yang penting kita kan mengurusnya bersama.”, ucap Leeteuk hyung.

“Aku setuju”, aku memberi persetujuan pada ucapan Leeteuk hyung. Asalakan kita selalu bersama, tak apa kan?

“Hey. Kita kan juga belum tentu menjadi pengurus tetap ekskul musik, yang perlu kita pikirkan sekarang adalah bagaimana menarik minat orang-orang.”, Sungmin mulai ikut bicara.

“Hahaha, Sungmin benar. Kalian saja, belum juga apa-apa sudah memikirkan hal itu.”, ucap Kangin. Hm, benar juga.

“Apa rencanamu, Kibum-ya? Kyuhyun-ah?”, Tanya Leeteuk.

“Bagaimana jika kita membuat konsep baru?”, usul Donghae.

“Itu pasti. Tetapi bagaimana caranya LEE DONGHAE?”, Tanya Eunhyuk.

“Bagaimana jika kita membuat konsep Boyband atau Girlband, selain bernyanyi kita juga menari? Menarik bukan?”, usul Kyuhyun.

“Setuju!!!”, ucap kami serentak.

#Hankyung’s POV end


-esok hari-


“AYOOOOO SEMUA BANGUN!!!!” teriak Heechul, alarm hidup di apartemen mereka. Dan ia berteriak tepat di depan ke-enam kamar 13 namja itu. Satu per satu para penghuni kamar itu pun keluar. “Satu, dua, tiga, empat …… …….”, Heechul menghitung teman-temannya yang telah keluar. “Sebelas? Eh, Hankyung mana?”, tanyanya setelah menghitung.

“Sudahlah, Hankyung pasti tak jauh dari sini. Ayo semua cepat mandi.”, koor Leeteuk pada temannya. Yang lain pun segera menuju kamar mandi di dekat dapur.

“Jadwal hari ini Kangin yang mandi pertama, Kibum kedua, Yesung ketiga lalu .. ”, dalam perjalanan menuju(?) kamar mandi itu Heechul membagi urutannya. “Siwon keempat, Leeteuk kelima …..”.

“Hankyung hyung? Apa yang kau lakukan di sini?”, Yesung memotong pemberitahuan Heechul karena menemukan Hankyung di dapur. Yang lain pun menunjukan tatapan ingin tahunya pada Hankyung.

“Kalian sudah bangun? Aku sedang memasak kimchi untuk perayaan kita”, jawab Hankyung tenang.

“Perayaan apa?”, Tanya Donghae.

“Kenapa kau memasak pagi sekali?” Ucap Leeteuk.

“Benar, hari ini hari libur bukan? Kenapa  harus pagi-pagi?” sambung Eunhyuk.

“Kenapa kau tak meminta bantuan kami?”, Tanya Ryeowook.

Beruntun pertanyaan yang mereka berikan pada Hankyung. “Perayaan karena kita diberikan kesempatan memperbaiki ekskul musik. Jawaban untuk yang lain(?) aku hanya ingin saja.”, jawabnya tenang sambil melanjutkan kegiatannya.

Setelah diberi penjelasan oleh Hankyung, mereka mulai mengantri mandi, sesuai dengan urutan yang dikatakan Heechul.



Sekitar 50 menit barulah ke-13 namja itu selesai. Mereka pun duduk di meja makan untuk sarapan.

“Kau sudah mandi, hyung?”, Tanya Kibum pada Hankyung.

“Ne, tadi aku bangun jam 5 dan langsung mandi. Waeyo? Kau meragukan penampilanku?”, jawab Hankyung sambil menyiapkan makanan ke piring mereka masing-masing.

“Hahahaha, ani.” Jawab Kibum, dan mulai memakan makanannya.

“Hm, enak sekali masakanmu kali ini hyung.”, puji Ryeowook.

“Benar, aku belum pernah memakan makanan selezat ini.”, sambung Sungmin.

“Gomawo.”balas Hanyung.

“Kita ke mana hari ini?”, Tanya Kyuhyun sambil tetap memakan makanannya.

“Mini market seberang, aku ingin membeli sesuatu.”, jawab Eunhyuk.

“Apa yang ingin kau beli? DVD yadong tak ada di sana.” Ucap Donghae.

“Bukan itu babo!”, jawab Eunhyuk pada ucapan Donghae dan diikuti tawa semua orang.

“Setelah itu bagaimana kalau kita pergi ke magic kafe, sudah lama kita tidak ke sana.” Usul Leeteuk.

“Setuju, lalu kita pergi ke taman bermain”, sambung Shindong.

“Buat apa kita ke sana, hyung?” Tanya Siwon

“Mengenang masa lalu, hehehe”, jawab Shindong.

“Tidak buruk juga. Setelah makan kita bersiap-siap.”, ucap Heechul dan di jawab anggukan semua orang, kecuali Hankyung, tetapi mereka tidak menyadarinya.
Setalah selesai makan dan bersiap-siap, mereka mulai menjalankan rencana mereka.

“Hankyung? Hankyung mana? dia kok tidak ada?”, Tanya Leeteuk.

“Aku tak ikut”, jawab Hankyung yang tiba-tiba mucul di belakang mereka.

“Waeyo?”, Tanya Heechul.

“Aku malas saja.”, Jawabnya dan meninggalkan mereka yang masih bingung dengan jawabannya.

“Apa tak apa kita meninggalkan Hankyung hyung?” Tanya Yesung pada Leeteuk.

“Ku rasa tak apa. Dia sudah besar, tidak mungkin hilang.”, jawab Heechul santai dan mulai keluar, diikuti yang lain.


Sementara itu, Hanyung hanya duduk terdiam di ruang tengah.
“Ada apa ini. Kenapa aku bias merasa sepusing ini?”, tanyanya pada dirinya sendiri. Ia pun tak menghiraukan rasa pusingnya itu. Ia mengambil sebuah album foto yang tertata rapi di pojok ruangan itu.

Ia membuka setiap lembaran album itu. Dan setelah menemukan sebuah foto, ia merasa aneh pada dirinya.
“Ini foto sewaktu apa?” tanyanya lagi pada dirinya. Ia berusaha mengingatnya, tetapi nihil, ia sama sekali tak ingat apa pun tentang foto itu. Tak terasa darah mengalir darihidungnya. “Omo!”, ucapnya.

“Hyung? Kau kenapa?”, teriak seseorang yang terlihat khawatir pada Hankyung, ia mencari-cari tisu di ruangan itu dan memberikannya pada Hankyung.

“Gomawo.”, ucap Hankyung setelah menerima tisu itu. “Kenapa kau ada di sini Kibum-ya?”. Tanya Hankyung pada Kibum.

“Dompetku tertinggal di ruang tamu, aku ingin mencarimu tadinya, menawarimu ikut kami. Gwaenchanayo?”, Tanya Kibum.

“Ani, gwaenchana. Aku hanya kelelahan”, jawab Hankyung.

“Apa tak apa kau di sini sendiri, hyung? Kau mau ikut? Atau perlu kutemani?”, tanyanya lagi.

“Tidak, kau tak perlu khawatir”, ucap Hankyung.

“Baiklah.” Ucap Kibum, walaupun dia berkata seperti itu, sebenarnya rasa khawatir masih menyertainya. Ia berbalik dan mulai meninggalkan Hankyung.

“Kibum-ya?”, panggil Hankyung.

“Ne?”, Kibum berbalik.

“Tolong jangan beritahu yang lain masalah ini”, pinta Hankyung.

“Oh, ne. kau bias mempercayaiki, hyung”, jawab Kibum. Dan ia keluar dari ruangan itu.


-malam hari-

“Apa yang dilakukan Hanyung ya?”, Tanya Yesung.

“Entahlah, mungkin ia memasak makanan yang lezat”, jawab Shindong sambil memikirkan sebuah makanan.

“Ayo kita masuk!”, suruh Leeteuk pada semua dongsaengnya, ia pun membuka pintu. Ke-12 namja itu masuk dengan tertib (?) dan beberapa dari mereka mencari Hankyung.

“Hankyung-ah. Kau di mana?”, panggil Heechul.

“Apa yang kau lakukan di sini, Hyung?” Teriak Donghae ketika mendapati Hankyung kamarnya. Setelah mendengar teriakan itu yang lain mendatanginya.

“Eh, aku, aku em, membuat ini” jawab Hankyung yang sepertinya agak kaget dan ia menunjukkan selembaran kertas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar