#Hankyung’s POV
“Kau tau yeoja
yang ada di foto ini? Dia pacarku lo…”, ucap Donghae, sambil memamerkan sebuah
foto di dompetnya.
“Aku tak
kaget”, balas Eunhyuk.
“Berarti
pacarmu ada, em.. satu, dua …. …. Tiga belas?”, tebak siwon dengan ekspresi
tidak percaya.
Perlahan ku alihkan
pandanganku pada temanku yang lain.
“Jangan
menggangguku, hyung, nanti aku kalah.”, ucap Kyuhyun yang berusaha menghindar
dari gangguan Kangin.
“Kan kau juga
yang kalah, wee..”, jawab Kangin, “Ayo Heechul hyung kita ganggu lagi dia.”,
sambungnya.
“Ayo, ini
balasan untukmu magnae menyebalkan!”, ucap Heechul hyung.
Aku mengalihkan
lagi pandanganku pada temanku yang lain.
“Jika ada teman
di kelasku yang keterlaluan, aku akan membunuhnya.”, ucap Yesung.
“Itu sih
terlalu hyung.”, balas Shindong.
“Bagaimana
denganmu, Kibum-ya?”, Tanya Yesung.
“Akan ku
diamkan.”, jawab Kibum tenang.
Aku melihat
Ryeowook dan Sungmin di dekatku yang masih terlihat sibuk dengan aktivitas
mereka.
“Jika kau ingin
membuat untuk lima porsi, kau harus menambahkan airnya lagi, hyung.”, ucap
Ryeowook.
“Oh, begitu,
baiklah. Setelah ini apalagi, Wookie-ya?”, Tanya Sungmin sambil menambahkan air
ke masakkannya.
“Kau tidak
bergabung dengan mereka, Hankyung-ah?”, seseorang mengagetkan ku.
“Ani hyung, aku
sedang ingin memperhatikan mereka”, jawabku padanya, Leeteuk hyung.
“Baiklah”,
balasnya dan ia menghampiri Sungmin dan Ryeowook. “Ada yang bisa ku bantu?”,
tanyanya.
“Bisa kau
ambilkan garam di dapur, hyung?”, pinta Ryeowook.
“Baiklah.”,
jawab Leeteuk hyung.
Ya, inilah
kami. 13 namja yang bersahabat sejak 7 tahun yang lalu karena rumah kami yang
berdekatan. Usia kami hanya terpaut beberapa hari. Dan Leeteuk hyung, ia adalah
yang tertua di sini, jadi kami menganggapnya sebagai leader.
Sekarang kami
sedang berada di apartemen yang kami sewa, kami memutuskan menyewanya dan
tinggal bersama beberapa saat yang lalu. Karena rumah kami terlalu jauh dari
sekolah kami yang baru.
‘Every single
day I try ….’, terdengar handphone Donghae berbunyi. Kami pun menalihkan
pandangan padanya.
“Yeoboseo”,
ucapnya. “Ne? Jinjja? Oh, hahaha. Ne, arasseo, kamsahamnida.”
“Dari siapa
Donghae-ya?”, Tanya Leeteuk.
“Kenapa kau terlihat
senang begitu?”, Tanya Siwon.
“Kalian masih
ingat kan permintaan kita ke sekolah beberapa hari yang lalu?”, Tanya Donghae.
“Eh, maksudmu
yang mana?”, Tanya Shindong. “Memperbaiki ekstra kurikuler musik, eh?”,
tebaknya.
“Ya, tepat.
Kepala sekolah memberi kita kesempatan untuk memperbaikinya. Dan jika kita
berhasil menarik minat banyak orang ia akan mengajak kita berlibur ke pulau
jeju.”, ucap Donghae senang.
“JINJJA???”,
Tanya mereka bersamaan, kecuali aku dan Kibum tentunya. Berlibur ke pulau jeju?
Menarik sekali.
“Jeongmal,
hahaha, tetapi aku lah yang ditunjuk sebagai Leader-nya?”, ucap Donghae.
“Hah? Apa tidak
bisa diadakan voting di sekolah untuk memilihnya? Masa Lee Donghae leader
kita?”, gerutu Heechul hyung.
“Diadakan
voting pun pasti Donghae yang menang, hyung. Pacarnya saja sudah belasan.”,
jelas Siwon. Hahaha benar sekali ucapannya.
“Aish, benar
juga ya.”, ucap Heechul hyung.
“Biarlah
Donghae yang menjadi leader nantinya. Yang penting kita kan mengurusnya
bersama.”, ucap Leeteuk hyung.
“Aku setuju”,
aku memberi persetujuan pada ucapan Leeteuk hyung. Asalakan kita selalu
bersama, tak apa kan?
“Hey. Kita kan
juga belum tentu menjadi pengurus tetap ekskul musik, yang perlu kita pikirkan
sekarang adalah bagaimana menarik minat orang-orang.”, Sungmin mulai ikut
bicara.
“Hahaha,
Sungmin benar. Kalian saja, belum juga apa-apa sudah memikirkan hal itu.”, ucap
Kangin. Hm, benar juga.
“Apa rencanamu,
Kibum-ya? Kyuhyun-ah?”, Tanya Leeteuk.
“Bagaimana jika
kita membuat konsep baru?”, usul Donghae.
“Itu pasti.
Tetapi bagaimana caranya LEE DONGHAE?”, Tanya Eunhyuk.
“Bagaimana jika
kita membuat konsep Boyband atau Girlband, selain bernyanyi kita juga menari?
Menarik bukan?”, usul Kyuhyun.
“Setuju!!!”,
ucap kami serentak.
#Hankyung’s POV
end
-esok hari-
“AYOOOOO SEMUA
BANGUN!!!!” teriak Heechul, alarm hidup di apartemen mereka. Dan ia berteriak
tepat di depan ke-enam kamar 13 namja itu. Satu per satu para penghuni kamar
itu pun keluar. “Satu, dua, tiga, empat …… …….”, Heechul menghitung
teman-temannya yang telah keluar. “Sebelas? Eh, Hankyung mana?”, tanyanya
setelah menghitung.
“Sudahlah,
Hankyung pasti tak jauh dari sini. Ayo semua cepat mandi.”, koor Leeteuk pada
temannya. Yang lain pun segera menuju kamar mandi di dekat dapur.
“Jadwal hari
ini Kangin yang mandi pertama, Kibum kedua, Yesung ketiga lalu .. ”, dalam
perjalanan menuju(?) kamar mandi itu Heechul membagi urutannya. “Siwon keempat,
Leeteuk kelima …..”.
“Hankyung
hyung? Apa yang kau lakukan di sini?”, Yesung memotong pemberitahuan Heechul
karena menemukan Hankyung di dapur. Yang lain pun menunjukan tatapan ingin
tahunya pada Hankyung.
“Kalian sudah
bangun? Aku sedang memasak kimchi untuk perayaan kita”, jawab Hankyung tenang.
“Perayaan
apa?”, Tanya Donghae.
“Kenapa kau
memasak pagi sekali?” Ucap Leeteuk.
“Benar, hari
ini hari libur bukan? Kenapa harus
pagi-pagi?” sambung Eunhyuk.
“Kenapa kau tak
meminta bantuan kami?”, Tanya Ryeowook.
Beruntun
pertanyaan yang mereka berikan pada Hankyung. “Perayaan karena kita diberikan
kesempatan memperbaiki ekskul musik. Jawaban untuk yang lain(?) aku hanya ingin
saja.”, jawabnya tenang sambil melanjutkan kegiatannya.
Setelah diberi
penjelasan oleh Hankyung, mereka mulai mengantri mandi, sesuai dengan urutan
yang dikatakan Heechul.
Sekitar 50
menit barulah ke-13 namja itu selesai. Mereka pun duduk di meja makan untuk
sarapan.
“Kau sudah
mandi, hyung?”, Tanya Kibum pada Hankyung.
“Ne, tadi aku
bangun jam 5 dan langsung mandi. Waeyo? Kau meragukan penampilanku?”, jawab
Hankyung sambil menyiapkan makanan ke piring mereka masing-masing.
“Hahahaha,
ani.” Jawab Kibum, dan mulai memakan makanannya.
“Hm, enak
sekali masakanmu kali ini hyung.”, puji Ryeowook.
“Benar, aku
belum pernah memakan makanan selezat ini.”, sambung Sungmin.
“Gomawo.”balas
Hanyung.
“Kita ke mana
hari ini?”, Tanya Kyuhyun sambil tetap memakan makanannya.
“Mini market
seberang, aku ingin membeli sesuatu.”, jawab Eunhyuk.
“Apa yang ingin
kau beli? DVD yadong tak ada di sana.” Ucap Donghae.
“Bukan itu
babo!”, jawab Eunhyuk pada ucapan Donghae dan diikuti tawa semua orang.
“Setelah itu
bagaimana kalau kita pergi ke magic kafe, sudah lama kita tidak ke sana.” Usul
Leeteuk.
“Setuju, lalu
kita pergi ke taman bermain”, sambung Shindong.
“Buat apa kita
ke sana, hyung?” Tanya Siwon
“Mengenang masa
lalu, hehehe”, jawab Shindong.
“Tidak buruk
juga. Setelah makan kita bersiap-siap.”, ucap Heechul dan di jawab anggukan
semua orang, kecuali Hankyung, tetapi mereka tidak menyadarinya.
Setalah selesai
makan dan bersiap-siap, mereka mulai menjalankan rencana mereka.
“Hankyung?
Hankyung mana? dia kok tidak ada?”, Tanya Leeteuk.
“Aku tak ikut”,
jawab Hankyung yang tiba-tiba mucul di belakang mereka.
“Waeyo?”, Tanya
Heechul.
“Aku malas
saja.”, Jawabnya dan meninggalkan mereka yang masih bingung dengan jawabannya.
“Apa tak apa
kita meninggalkan Hankyung hyung?” Tanya Yesung pada Leeteuk.
“Ku rasa tak
apa. Dia sudah besar, tidak mungkin hilang.”, jawab Heechul santai dan mulai
keluar, diikuti yang lain.
Sementara itu,
Hanyung hanya duduk terdiam di ruang tengah.
“Ada apa ini.
Kenapa aku bias merasa sepusing ini?”, tanyanya pada dirinya sendiri. Ia pun
tak menghiraukan rasa pusingnya itu. Ia mengambil sebuah album foto yang
tertata rapi di pojok ruangan itu.
Ia membuka
setiap lembaran album itu. Dan setelah menemukan sebuah foto, ia merasa aneh
pada dirinya.
“Ini foto
sewaktu apa?” tanyanya lagi pada dirinya. Ia berusaha mengingatnya, tetapi
nihil, ia sama sekali tak ingat apa pun tentang foto itu. Tak terasa darah
mengalir darihidungnya. “Omo!”, ucapnya.
“Hyung? Kau
kenapa?”, teriak seseorang yang terlihat khawatir pada Hankyung, ia
mencari-cari tisu di ruangan itu dan memberikannya pada Hankyung.
“Gomawo.”, ucap
Hankyung setelah menerima tisu itu. “Kenapa kau ada di sini Kibum-ya?”. Tanya
Hankyung pada Kibum.
“Dompetku
tertinggal di ruang tamu, aku ingin mencarimu tadinya, menawarimu ikut kami.
Gwaenchanayo?”, Tanya Kibum.
“Ani,
gwaenchana. Aku hanya kelelahan”, jawab Hankyung.
“Apa tak apa
kau di sini sendiri, hyung? Kau mau ikut? Atau perlu kutemani?”, tanyanya lagi.
“Tidak, kau tak
perlu khawatir”, ucap Hankyung.
“Baiklah.” Ucap
Kibum, walaupun dia berkata seperti itu, sebenarnya rasa khawatir masih
menyertainya. Ia berbalik dan mulai meninggalkan Hankyung.
“Kibum-ya?”,
panggil Hankyung.
“Ne?”, Kibum
berbalik.
“Tolong jangan
beritahu yang lain masalah ini”, pinta Hankyung.
“Oh, ne. kau
bias mempercayaiki, hyung”, jawab Kibum. Dan ia keluar dari ruangan itu.
-malam hari-
“Apa yang
dilakukan Hanyung ya?”, Tanya Yesung.
“Entahlah,
mungkin ia memasak makanan yang lezat”, jawab Shindong sambil memikirkan sebuah
makanan.
“Ayo kita
masuk!”, suruh Leeteuk pada semua dongsaengnya, ia pun membuka pintu. Ke-12
namja itu masuk dengan tertib (?) dan beberapa dari mereka mencari Hankyung.
“Hankyung-ah.
Kau di mana?”, panggil Heechul.
“Apa yang kau
lakukan di sini, Hyung?” Teriak Donghae ketika mendapati Hankyung kamarnya.
Setelah mendengar teriakan itu yang lain mendatanginya.
“Eh, aku, aku
em, membuat ini” jawab Hankyung yang sepertinya agak kaget dan ia menunjukkan
selembaran kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar